Beranda > Lain-lain > Bisnis Menggiurkan diseputar Traffict Light

Bisnis Menggiurkan diseputar Traffict Light


Banyak orang beranggapan bahwa untuk menjadi seorang pebisnis memerlukan modal yang boleh dibilang tidak sedikit, kemampuan berfikir lebih, serta kerja keras atau yang lebih kita kenal dengan istilah “ulet” (bukan hama ya..heh). akan tetapi pernahkah terlintas dalam benak kita bahwa seorang pengamen, tukang parkir, serta pengemis jalanan yang setiap hari kita lihat, juga merupakan salah satu contoh dari sekian banyak peluang dalam berbisnis yang dapat dikatakan simple, mudah, dan cukup menjanjikan..^_^masih belum yakin?? berikut ini akan coba saya paparkan lebih lanjut..Cekidot…!! heu.

  • Pertama kita mulai dari tukang parkir. Sebuah pekerjaan yang kerjaannya cuman gerak_gerakin tangan dan niup-niup tok…

Modal : Nol, yang penting berani malu dan tahu lokasi starategis.
Penghasilan:
Jika diasumsi bahwa :
1.. Parkir mobil : Rp 1,000 / mobil / jam
2.. Parkir motor : Rp 500 / motor/ jam
Maka jika diasumsikan Anda bekerja 8 jam sehari di mana tempat parkir
Anda dapat memuat 20 mobil atau 40 motor, maka Anda akan memperoleh :
8 jam x 20 mobil x Rp 1,000 = Rp 160,000 / hari.
Jika Anda bekerja 26 hari perbulan, maka penghasilan Anda menjadi Rp
160.000 x 26 hari = Rp 4,160.000 / bulan (bebas pajak).

Keuntungan yang diperoleh :
1.. Bebas pajak
2.. Jam kerja tidak mengikat
3.. Masih bisa mengerjakan pekerjaan sambilan (jualan rokok di warung)
4.. Tingkat stress rendah
5.. Tidak beresiko. Kalau pun ada (klaim, tuntutan karena kendaraaan
yang diparkir hilang / rusak), tinggal lari saja. :D

Keuntungan yang diperoleh :
1.. Bebas pajak
2.. Jam kerja tidak mengikat
3.. Masih bisa mengerjakan pekerjaan sambilan (jualan rokok di warung)
4.. Tingkat stress rendah
5.. Tidak beresiko. Kalau pun ada (klaim, tuntutan karena kendaraaan
yang diparkir hilang / rusak), tinggal lari saja. :D

  • Ngamen dengan berpenampilan jadi Bencong slebor.

Modal : Baju, alat musik, alat make up

Penghasilan :
Tergantung tempat dan sasaran. Jika sasaran yang dituju adalah mobil angkot mungkin bisa lebih besar, tetapi karena dianggap menggunakan modal maka orang yang memberikan uang recehannya lebih rutin didapat

Keuntungan yang diperoleh :
1.. Bebas pajak
2.. Waktu kerja tidak mengikat
3.. Tidak butuh keahlian. Cuap-cuap tanpa suara pun pasti dapat.
4.. Stress nyaris tidak ada. Justru bisa menghibur diri.
5.. Tidak beresiko, asal hati-hati kalo menyeberang atau mengamen ditengah jalan ramai.
6.. Jika gesit (misalnya dalam satu durasi lampu lalu lintas dapat menyambangi 2-3 angkot), penghasilan bisa meningkat 2-3 kali lipat.

  • Tukang joged pake irama jatilan, tau tuh goyangannya sama ma yang dipake jatilan beneran po gag…

Modal : Seragam, alat musik, alat make up atau tuh muka cuman di coret2 hitam pake areng (bergaya jadi buto)

Penghasilan :
Tergantung tempat dan sasaran. Jika sasaran yang dituju adalah mobil angkot mungkin bisa lebih besar, tetapi karena dianggap menggunakan modal maka orang yang memberikan uang sawerannya lebih besar daripada hanya sekedar mengamen menggunakan gitar dan kecrekan

Keuntungan yang diperoleh :
1.. Bebas pajak
2.. Waktu kerja tidak mengikat
3.. Tidak butuh keahlian. Cuap-cuap tanpa suara pun pasti dapat.
4.. Stress nyaris tidak ada. Justru bisa menghibur diri.
5.. Tidak beresiko, asal hati-hati kalo menyeberang atau mengamen ditengah jalan ramai.
6.. Jika gesit (misalnya dalam satu durasi lampu lalu lintas dapat menyambangi 2-3 angkot), penghasilan bisa meningkat 2-3 kali lipat.

  • Selanjutnya goes to Pengamen jalanan… :) . Profesi yang kerjaannya metik_metik senar ini ternyata juga sangat menghasilkan lho…

Modal : gitar, kencrengan, atau nol sama sekali. Yang penting berani  malu.

Penghasilan :

  1. Tergantung tempat dan sasaran. Jika sasaran yang dituju adalah mobil angkot mungkin bisa lebih besar.
  2. Jika diansumsikan tempat yang dituju adalah lampu merah dengan durasi 2 menit, dan pendapatan Rp 300 / angkot, dan bekerja 8 jam, maka :

8 jam x (60 /2 menit) x Rp 300 = Rp 72.000 / hari.
Jika bekerja 26 hari perbulan, maka pemasukan minimum yang diperoleh
adalah : Rp 72.000 x 26 hari = Rp 1.872.000.

Keuntungan yang diperoleh :
1.. Bebas pajak
2.. Waktu kerja tidak mengikat
3.. Tidak butuh keahlian. Cuap-cuap tanpa suara pun pasti dapat.
4.. Stress nyaris tidak ada. Justru bisa menghibur diri.
5.. Tidak beresiko, asal hati-hati kalo menyeberang atau mengamen ditengah jalan ramai.
6.. Jika gesit (misalnya dalam satu durasi lampu lalu lintas dapat menyambangi 2-3 angkot), penghasilan bisa meningkat 2-3 kali lipat.

  • Berikutnya Tukang bersih_bersih kaca mobil. pekerjaan ini neh yang kadang2 bikin kaca mobil pada lecet dan body mobil pada butek  :(

Modal : kain rombeng, pembersih bulu ayam, busa dan sabun detergen
Penghasilan :
Nyaris sama dengan pengamen, malah dapat 3-4 kali lipat, karena dalam 1 durasi lampu lalu lintas, dapat menyambangi 5-10 mobil sekaligus, tergantung kegesitan kerja.

Keuntungan yang diperoleh :
1.. Bebas pajak
2.. Waktu kerja tidak mengikat.
3.. Tidak butuh keahlian. Yang penting kerja cepat saja.
4.. Hasil kerja bukan tujuan akhir.
5.. Tingkat stress tidak ada.

  • Berikutnya Mahasiswa atau anak-anak yang jualan bunga di Lampu Pengatur Lalu Lintas

Modal : Bunga palsu
Penghasilan : Lebih sedikit dari yang sudah dijabarkan pada profesi sebelumnya, tapi juga tergantung kegesitan sang penjual

Keuntungan yang diperoleh :
1.. Bebas pajak
2.. Tidak butuh keahlian.
3.. Hasil kerja bukan tujuan akhir.
4.. Tingkat stress tidak ada.
5.. Bunga tidak laku hari ini tidak masalah, karena tidak bakal layu (paling jadi buluk)

  • Berikutnya Tukang jualan Koran, pekerjaan ini kadang dilakukan dari pagi sampe sore, padahal yang dijual tuh Harian pagi

Modal : Koran harian, Suara
Penghasilan : Lebih sedikit dari yang sudah dijabarkan pada profesi sebelumnya, tapi juga tergantung kegesitan sang penjual

Keuntungan yang diperoleh :
1.. Bebas pajak
2.. Tidak butuh keahlian. Yang penting kerja cepat saja.
3.. Hasil kerja bukan tujuan akhir.
4.. Tingkat stress tidak ada.

  • Last..Pengemis, neh dia neh pekerjaan yang bikin kota2 besar di negara kita tercinta ini pada jadi kumuh…ampunn dah.

Modal : baju kusut, dekil, dan tidak mandi seminggu. Dan yang terutama : berani malu!…

Penghasilan :
Tergantung kemampuan menarik hati orang. Semakin memelas, maka penghasilan semakin besar. Pada tahun 1997, seorang mahasiswa di sebuah perguruan tinggi swasta Jakarta pernah mengadakan penelitian dan menemukan bahwa seorang pengemis di Jakarta rata-rata mampu mengumpulkan Rp 500.000 perhari, atau Rp 15 juta perbulan. Bahkan baru-baru ini ada seorang ibu asal Garut yang mengakui di sebuah media Bandung, bahwa dengan menjadi pengemis selama 1 bulan saja, dia telah mampu pulang kampung dengan membawa Baleno keluaran terbaru yang bernilai 200-an juta
rupiah, plus oleh-oleh untuk keluarga di kampungnya. Sebuah hasil yang luar biasa. So jangan heran bahwa pekerjaan ini menjadi primadona banyak orang yang datang ke kota-kota besar. Halalkah??? hinakah??? ibakah???…silahkan anda nilai sendiri.

Keuntungan yang diperoleh :
1.. Bebas pajak
2.. Waktu kerja tidak mengikat
3.. Hanya butuh keahlian menarik hati orang.
4.. Tingkat stress tidak ada
5.. Dapat prioritas pertama dari Pemerintah kalo ada program bantuan bagi kaum dhuafa. (istilah kerennya tunjangan tambahan…heh)

beberapa profesi yang sangat menghasilkan bukan?? tertarik untuk beralih profesi??,…

Kategori:Lain-lain
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: